Sabtu, 12 Mei 2012

Bali Selatan Semakin Prospektif, Jasa Marga akan Membangun Jembatan Serangan-Nusa Dua, Tanjung Benoa, Bali.



PT Jasa Marga (Persero) Tbk, siap mengucurkan dana investasi sebesar Rp1,260 triliun untuk pembangunan jalan tol dan jembatan Serangan-Nusa Dua, Tanjung Benoa, Bali.

"Kami siapkan 70 persen dari total investasinya atau sekitar Rp1,26 triliun," kata Direktur Utama Jasa Marga Frans S Sunito di sela Lomba Pelayanan Lalu Lintas Jasa Marga, di Serpong, Banten, Senin. Dana sebesar itu antara lain untuk pembangunan jembatan dan jalan tol sepanjang 11,5 km dan perkiraan investasi yang diperlukan mencapai Rp1,8 triliun.


Dijelaskannya, sementara itu sisa dari investasi lainnya akan ditanggung oleh dua badan usaha milik negara (BUMN) yaitu PT Angkasa Pura I dan PT Pelindo 3 serta satu badan usaha milik daerah (BUMD) yaitu PT Bali Tourism Development Corporation.

Menurutnya, saat ini Jasa Marga masih menyiapkan hasil kesimpulan dari studi kelayakan yang telah dilakukan pihaknya sejak beberapa bulan yang lalu.

Frans menjanjikan, pada pekan depan, perusahaannya akan memberikan proposal laporan pembangunan jalan tol dan jembatan Tanjung Benoa kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU). "Minggu depan kita akan ajukan kepada pemerintah mengenai proposal laporan yang telah kami kumpulkan sebelumnya," katanya.

Konsep usulan yang diajukan kepada pemerintah yaitu Jasa Marga yang menginvestasikan pembangunan infrastruktur dan yang mengoperasikan sebagai jalan tol, seperti layaknya jalan tol lainnya.

Mengenai segi lalu lintas harian rata-rata (LHR) kendaraan di jembatan Tanjung Benoa, dirinya yakin jalan tol tersebut akan mencapai trafik lalu lintas dengan perhitungan yang maksimal. "Dari segi trafik apakah Tanjung Benoa akan menguntungkan. Kita melihat itu tentu secara komprehensif, jangka panjangnya, tapi kalau jasa marga mau masuk pasti ada satu pertimbangan bisnisnya," demikian Frans.Sumber : Kompas.com




Lainnya (Dari : http://tourdebali.com)


Hanya sekitar 15 km sebelah timur Kota Denpasar ada sebuah pulau yang bernama Pulau Serangan. Di pulau ini terdapat sebuah pura, Pura Sakenan. Dahulu, untuk sembahyang kesana, orang-orang Bali menggunakan bantuan jukung (perahau kecil). Namun pada sekitar 3-4 yahun yang lalu terjadi perubahan yang sangat besar.





Pulau Serangan saat ini dari hasil capture google eart. bagian berwarna hijau adalah ‘bentuk’ asli P. Serangan. Sementara bagian berwarna putih dan bagian bawah adalah hasil reklamasi yang terbengkalai.
Pulau itu rencananya bakal dijadikan pusat pariwisata dengan segala fasilitas yang megah. Semacem pulau impian. Langkah pertama yang telah diambil adalah menghubungkan Pulau Serangan dengan Bali dengan cara membuat sebuah jalan besar.
Tindakan kedua , Pulau tersebut diperluas hampir 3 kali lipatnya dengan cara yang sama, mengubur laut! Malang tak dapat ditolak. Proyek yang konon milik keluarga Cendana tersebut terhenti karena sebab yang tidak jelas.
Sekarang yang tersisa cuman hamparan gurun kapur. Sejauh mata memandang hanya warna putih. Sungguh sayang, Pulau yang begitu indah menjadi seperti sekarang ini.Setelah direklamasi sejak 1990 oleh PT BTID (Bali Turtle Island Development), luas Pulau Serangan bertambah menjadi 480 hektare dari sebelumnya 110 hektare.